PERENCANAAN SKENARIO
Perencanaan skenario memungkinkan organisasi untuk melatih masa depan, berjalan di medan perang sebelum pertempuran dimulai sehingga mereka lebih siap. Skenario bukan tentang memprediksi kejadian di masa depan. Nilai mereka terletak dalam membantu bisnis memahami kekuatan yang membentuk masa depan. Mereka menantang asumsi kita.
Ide
Pada 1960-an, Pierre Wack, kepala perencanaan grup Royal Dutch / Shell, meminta para eksekutif untuk membayangkan hari esok.
Hal ini mendorong pemikiran strategis yang canggih dan responsif tentang situasi saat ini, dengan memungkinkan mereka mendeteksi dan memahami perubahan. Pierre Wack ingin mengetahui apakah ada faktor lain dalam pasokan minyak, selain ketersediaan teknis, yang mungkin tidak pasti di masa mendatang. Dia membuat daftar pemangku kepentingan dan mempertanyakan posisi pemerintah di negara-negara penghasil minyak: apakah mereka akan terus meningkatkan produksi dari tahun ke tahun? Dengan menjajaki kemungkinan perubahan pada kebijakan pemerintah, menjadi jelas bahwa pemerintah ini tidak mungkin untuk tetap menerima kegiatan Shell. Banyak negara penghasil minyak tidak membutuhkan peningkatan pendapatan. Mereka lebih unggul,
Ketika Perang Arab-Israel 1973 membatasi pasokan minyak, harga naik lima kali lipat. Untungnya bagi Shell, pekerjaan skenario Wack membuat Shell lebih siap daripada para pesaingnya untuk beradaptasi dengan situasi baru — menghemat miliaran dolar, naik dari ketujuh ke tempat kedua dalam tabel liga profitabilitas industri. Ia tahu pemerintah mana yang harus dilobi, bagaimana mendekati mereka, di mana harus melakukan diversifikasi, dan tindakan apa yang harus diambil dengan setiap anggota OPEC.
Perencanaan skenario memungkinkan para pemimpin untuk mengelola ketidakpastian dan risiko.
Di atas segalanya, skenario membantu perusahaan untuk memahami dinamika lingkungan bisnis, mengenali peluang baru, menilai opsi strategis, dan mengambil keputusan jangka panjang.
Dalam praktek
Skenario bukanlah prediksi: skenario digunakan untuk memahami kekuatan yang membentuk masa depan. Yang penting bukanlah mengetahui secara pasti seperti apa masa depan itu, tetapi memahami arah umum kemana masa depan itu bergerak — dan mengapa.
Rencanakan dan susun proses skenario: misalnya, dengan menyetujui siapa yang akan terlibat.
Diskusikan kemungkinan masa depan (biasanya dengan bekerja kembali dari kemungkinan pandangan masa depan).
Kembangkan skenario dengan lebih detail
Analisis skenarionya: mengapa itu mungkin terjadi, apa yang akan Anda lakukan jika itu terjadi.
Gunakan skenario untuk membentuk keputusan dan prioritas.
Komentar
Posting Komentar