Benarkah Industri Kesehatan Berpihak Pada Kemanusiaan ?
Sebuah pertanyaan ini muncu saat mendapati suatu berita dalam journal kesehatan amerika mengulas mengenai dampak obat asma bagi anak anak yang mengkonsumsi obat tersebut dari hasil penelitian seorang prof pediatric salah satu universitas di amerika .
Studi penelitian yang di lakukan oleh Rutgers terhadap anak-anak yang mengonsumsi steroid oral
untuk mengobati asma atau penyakit autoimun memiliki peningkatan risiko
diabetes, tekanan darah tinggi, dan pembekuan darah.
Penelitian itu di lakukan pada 933.000 anak anak di AS dari usia
1-18 tahun dengan atau tanpa penyakit autoimun seperti penyakit radang usus,
radang sendi remaja atau psoriasis dan di antara mereka yang tidak menderita
penyakit autoimun sekitar dua dari tiga anak yang menerima resep steroid
memiliki bukti asma.
Tingkat
diabetes, tekanan darah tinggi dan pembekuan darah dari steroid oral telah
dipelajari pada populasi besar orang dewasa.
Namun, ada
alasan untuk berpikir bahwa temuan ini mungkin berbeda pada anak-anak, yang
tidak hanya cenderung menggunakan steroid secara berbeda dari orang dewasa
tetapi juga juga memiliki risiko dasar yang jauh lebih rendah untuk
mengembangkan kondisi kardiovaskular dan metabolik yang sama.
Studi
penelitian dari Sekolah Kedokteran Rutgers yang di ketuai oleh Professor
pediarti Robert Wood Johnson untuk menghitung hubungan antara steroid oral
dan komplikasi yang jarang, tetapi berpotensi serius pada anak anak,
Dari hasil
penelitian tersebut di temukan bahwa anak-anak yang menerima dosis steroid
tinggi mengalami komplikasi ini pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada
anak-anak yang memakai dosis rendah atau yang telah menggunakan steroid
sebelumnya.
Di antara
komplikasi yang diteliti, tekanan darah tinggi paling sering terjadi dengan
pengobatan steroid. Semua komplikasi ini lebih sering terjadi pada
anak-anak dengan penyakit autoimun, terlepas dari efek steroid.
USA dengan
system kesehatan lebih maju di bandingkan Indonesia mengalami kegagalan dalam
meminimalisasi dampak resiko yang di hasilkan atau di produksi oleh perusahaan
Industri Obat untuk mengatasi masalah kesehatan, dengan agak sinis dapat kita
cermati adanya hubungan tidak secara langsung bahwa sebaik apapun system yang
di kembangkan untuk melakukan verifikasi obat yang di pasarkan dan di konsumsi
oleh masyarakat tidak menjamin dan masyarakat sendiri tidak dapat bertindak
apapun selaku konsumen karena ada di posisi yang sangat membutuhkan sehingga
Industri Obat mendapatkan keuntungan dari produk yang di pasarkannya terlepas
apakah obat yang di produksi ini membawa dampak negatif terhadap konsumen di
sinilah saya istilahkan “lobang hitam pada industry kesehatan” sehubungan
dengan regulasi dan system kesehatan.
Jumlah anak anak penderita asma dengan mengkonsumsi obat yang
mengandung steroid itu 933.000 orang, artinya dampak penggunaan obat itu
meningkatkan resiko munculnya penyakit lain seperti diabetis, tekanan darah
tinggi dan pembekuan darah di banding dengan mereka yang tidak menggunakan obat
asma tanpa mengandung steroid, hal hal semacam ini yang perlu di ketahui oleh
masyarakat di Indonesia secara umum berpikiran bahwa produk hasil industry obat
yang di rekomendasikan pihak medis adalah yang terbaik sementara di USA dengan system
yang jauh lebih maju pun masih belum dapat menjamin bahwa setiap produk yang di
hasilkan oleh industry obat tidak akan membawa dampak pada timbulnya penyakit
lain.
Semoga kita semua menjadi masyarakat yang bijak dalam memutuskan hal
yang terbaik bagi dirinya jika tidak demikian maka masyarakat juga yang
menanggung resikonya.
Solusi, kami menyarankan untuk masyarakat cenderung mengkonsumsi produk produk non kimia sifatnya seperti halnya oxalum produk yang kami ciptakan berbasis natural guna alternatif untuk masyarakat memiliki pilihan karena produk produk berbasis natural minim berpotensi menimbulkan efek samping munculnya penyakit lain seperti yang pernah di utarakan oleh salah satu prof dari Harvard University yaitu John Naisbbit.


Komentar
Posting Komentar